Hallo semua.
Pada kesempatan kali ini, izinkan saya untuk melakukan perkenalkan
tentang diri saya. Nama rani krisdiana dewi. Saya anak terakhir dari dua
bersaudara. Saya lahir dipalembang, 29 september 1998. Saat ini, saya menjadi
mahasiswi disekolah tinggi desain Indonesia di bandung. Saya dibandung tinggal
sendiri, saya menggekost didepan kampus, jl.wastukencana no.04, gg.nangkasuni
kost buk ema.
Bicara masalah hobi, menari adalah salah satu
hobi saya. Saya menari sejak sekolah
dasar dan pada saat saya menjadi mahasiswi, saya sudah jarang sekali berlatih
menari. Tarian yang saya suka bisa tradisional dan internasional. Kecintaan
saya
pada seni tari membuat saya menemukan jati
diri saya dalam menari. Dalam hal hobby orangtua saya tidak melarang hal itu,
dulu sempat ada peringatan orangtua saya karena pada saat saya mengikuti lomba
saya mengalami cidera, itu membuat orangtua saya was-was akan hal itu. Tapi
bersyukurnya, pada saat lomba saya mengalami cidera tapi saya mendapatkan keberuntung dimana saya
mendapatkan juara pada saat itu. Sungguh bangga walapun ada insiden tapi ada
kebanggan tersendiri.
Beralih dari hobby saya, sebelum saya menjadi mahasiswa. Dulunya
saya ingin mellanjutkan jenjang kuliah dijurusan tari karena menurut saya, saya
harus mengembangkan bangkat saya. Tapi itu membuat kedua orang tua saya tidak
setujuh akan keputusan saya, mereka lebih menuntun saya dan memberikan arah
kepada saya untuk melanjutkan masa depan saya lebih baik, dengan meneruskan
usaha mama saya. Kata mama saya “mending adek kuliah dijurusan fashion, karena
kalo ada lanjutin ditari kedepannya kayak gimana. Mama gak larang adek buat
menari, tapi mama pengen usaha mama tetep jalan terus. Dan penerusnya itu
kalian anak-anak mama. Mama harap adek mau ngikutin kemauan mama, karena semua
ini buat adek juga”. “tapi ma, adek gak bisa gambar. Basic adek bukan disitu
mah, basic adek lebih ketari”. Pada saat
itu mama mulai berfikir gimana caranya saya bisa mengiyakan kemauan mama. Dan
pada saat itu mama berkata.
“gini dek, gimana kalo kemauan adek mama gak larang. Mau adek ikut
kontes tari apappun itu mama gak larang. Mama dan papa bakalan dukung, nanti
kalo adek lulus S1, mama bakalan buatin sanggar tari buat adek”. Seperti
keinginan saya sejak dulu, saya ingin membuat sanggar tari. Dan bujukan mama
seperti mambuat saya mengiyakan kemauan mama. Keputusan kuliah dijurusan
fashion sudah ditetapkan, pada saat itu orang tua saya bimbang. “mau kuliah
dimana adek”.
Pada saat akan menjelang UN, mama mulai menyuruh saya untuk
mencari universitas fashion di Indonesia. Pertamanya saya lebih disuruh untuk
kuliah dipalembang karena gak jauh dari kedua orangtua saya, tapi setelah
dicari-cari universitas berbasis fashion belum ada disana. Akhirnya ada
beberapa tempat yang mempunyai jurusan fashion.
Pada saat itu saya mempunyai beberapa
pilihan, di ESMOD JAKARTA, LaSalle Collage
Intenationalle, sekolah tinggi desain Indonesia dan dimalang. Pada saat itu
pilihan kedua orangtua saya lebih ke ESMOD JAKARTA, tapi saya dianjurkan untuk
mendaftar ke-2 kampus tersebut. Di esmod dan di stdi. Di ESMOD saya sudah
keterima tinggal membayar uang pendaftaran tapi pada saat itu, ada sebuah
berita mengenai Jakarta, akhirnya orangtua saya memilih bandung. Dan akhirnya
tinggal menunggu keputusan dari sekolah tinggi desain saya keterima apa tidak.
Dan pada saat menjelang magrib, papa saya
memberitahu ada surat untuk saya, “dek tadi ada tukang pos nagnterin
surat, atas nama adek. Surat nya didepan tv”. Akhirnya surat itu datang,
tertulis jelas pemberitahuan pengumuman hasilnya. Segeralah saya membuka dengan
mengucapkan “bismillah”. Saya membuka dengan pelan-pelan dan hati hati agar
tidak rusak suratnya.
Perasaan yang campur aduk, ketika membuka surat itu. Pada saya isi
surat saya tidak baca. Tertera jelas kalimat “DITERIMA”. Saya langsung
sujud syukur, dalam hati saya bisa mewujudkan keinginan mama papa saya. Hal-hal
yang diperlukan untuk pindahan kebandung, sudah diatur oleh mama saya. Ketika
saya dibandung pun mama selalu bilang “dek nanti kalo jauh dari mama, jaga pola
makannya. Jangan sampai sakit, karena gak ada yang ngurusin adek kayak
dirumah”. Sedih mendengarkan ucapan mama seperti itu, tapi saya selalu berkata
pada mama. “mama doain adek ya, adek bakalan bikin mama bahagia dan bisa
wujudin kemauan mama”. Melihat senyuman mama membuat saya lebih semangat
menjalani masa-masa kuliah dibandung. Pada saat masuk kuliah di stdi rupanya
ada tahap TPB dimana masa itu kita mempelajari semua jurusan yang ada distdi,
seperti DI (DESAIN INTERIOR), DKV (DESAIN KOMUNIKASI, dan DKF (DESAIN
KOMUNIKASI FASHION). Dari semester 1-2 saya lalui. Senior selalu berkata
“ketika kamu masuk dari awal DKF pasti nanti kamu akan berpindah jurusan lagi”.
Tapi saya ingat perkataan mama saya “adek harus masuk fashion”. Akhirnya saya
tetap bersihkukuh untuk masuk fashion. Dan pada saat pameran pun saya tetap
memilih DKF, walapun dosen berkata DKV tapi saya ingat, akan kata-kata mama
saya. Saya bertekad akan semangat dan melalui apapun itu yang terasa berat pada
jurusan fashion. Walaupun saya mendengar banyak cerita betapa susah dan
sulitnya jurusan DKF. Setiap saya mengalami kesulitan dimatakuliah jurusan
fashion, saya selalu mengeluh dan meminta semangat pada orangtua saya, mereka
punya seribu hiburan untuk membuat saya tersenyum dan bangkit. Berkat kedua
orangtua saya dan kakak saya lah, saya bisa melangkah sejauh ini. Saya
mencintai keluarga saya. dan keputusan saya untuk lebih semangat menjalani masa kuliah, sampai saya wisuda S1. dan saya akan membuat bangga kedua orangtua saya, kakak saya, orang-orang yang sayang kepada saya. dan pada suatu saat ini nama saya menjadi RANI KRISDIANA DEWI.,S.Ds


Komentar
Posting Komentar